Home

Markus 1:22 Mereka takjub mendengar pengajaranNya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.

Bagaimana mengajar sebagai orang yang berkuasa? Seperti apa ahli-ahli Taurat mengajar?

Dua pertanyaan itu kuat bergaung di dalam pikiranku.

Yang kutahu, ahli-ahli Taurat merasa dirinya pandai dan terkemuka. Kemungkinan mereka mengajar sekedar membanggakan kepandaian diri mereka, bukan benar-benar membagikan pengetahuannya agar orang-orang juga mengerti.

Pernah pula kubaca bahwa ahli-ahli Taurat mengajarkan banyak hal yang baik dari Kitab Taurat tapi tidak melaksanakannya. Hal ini yang menjadi kecemasanku, adakah aku sudah sungguh-sungguh menlaksanakan kehendak Tuhan? Atau sekedar mengajarkan tapi tidak melaksanakannya dengan sepenuh hati?

Adakah aku berdoa dengan sungguh-sungguh dan penuh iman kepercayaan? Atau aku berdoa agar orang tahu bahwa aku berdoa?

Mengajar sebagai orang yang berkuasa, bisa jadi adalah mengajar dengan sepenuh hati. Sungguh-sungguh mengerti isi yang diajarkan karena sudah ikut serta menjalaninya.

Tuhan,

Puji syukur atas karuniaMu,

Berkat kasihMu membimbingku ke dalam dunia pendidikan,

Bantu aku agar dapat mengajar sepertiMu,

Mengajar sebagai orang yang berkuasa,

Orang yang menjalani perkataannya tidak semata-mata hanya mengumbar kata.

Tanpa Engkau, aku tak berdaya.

Tuhan, Dikau Guru yang membimbingku.

Temani aku selalu.

Amin.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s