Home

Di akhir 1 Samuel 3:10 ada perkataan yang menarik, “Berbicaralah, sebab hambaMu ini mendengar.” Itu adalah panggilan Tuhan yang ke-tiga kalinya. Dua panggilan pertama Samuel menjawab, tapi bergegas menjumpai Eli. Dalam 1 Samuel 3:7 dikatakan bahwa Samuel belum mengenal Tuhan, firman Tuhan belum pernah dinyatakan kepadanya.

Mungkinkah aku seperti Samuel yang bergegas mencari arah suara Tuhan, tapi tidak mau berhenti dan meminta Tuhan untuk berbicara?

Melalui meditasi, aku mengenali waktu diam untuk meminta Tuhan berbicara. Dalam tulisan-tulisan di blog Journey to His Words yang lama, banyak yang kutuliskan setelah meditasi kitab suci. Bekerja dan banyaknya kegiatan membuat aku semakin sulit untuk menyisihkan waktu untuk bermeditasi. Perbedaan antara gaya meditasi kristiani dan meditasi Kitab Suci juga sedikit mengubah kebiasaanku mengisi blog, tetapi pada dasarnya aku tidak boleh mengalihkan kesalahan ke tempat lain. Kesalahan ada pada kurangnya disiplin diriku.

Aku juga perlu lebih disiplin dalam mengatur waktu untuk pelayanan. Waktu diberikan kepadaku untuk digunakan dengan sebaik-baiknya untuk memuliakan namaNya. Sudahkah aku menggunakan waktu itu semata untuk kemuliaan namaNya? Berapa persenkah aku mendahulukan kepentingan pribadiku?

Tuhan,

Berbicaralah…aku mendengarkanMu,

Beri aku kebijaksanaan untuk mengisi waktuku dengan benar,

Agar aku mampu mendengarkan suaraMu,

Dan menjalankan perintah-perintahMu dengan benar.

Amin.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s