Home

pendet

Kalau mendengar kata “Pendet”, tentu terbayang Bali. Tapi, bagi saya Pendet lebih akrab di telinga sebagai nama tari; Tari Pendet. Awalnya, terbayang hubungan pemilik museum dengan keberadaan Tari Pendet. Ternyata, tidak ada hubungannya sama sekali. Museum Pendet merupakan museum kecil yang mewadahi karya seniman Bali, I Wayan Pendet.

Saya datang masih pagi sekali, sekitar jam delapan pagi, sehingga menjadi satu-satunya pengunjung di museum ini. Banyak karya seni yang menarik perhatian saya di dalamnya. Museum ini terutama sangat menarik bagi saya, karena sehari sebelumnya saya baru mengunjungi Monkey Forest yang memang terletak di ujung jalan Nyuh Kuning, Ubud. Bebarapa penggambaran dari gerakan monyet-monyet itu tampak sangat menginspirasi beberapa karya yang terdapat di sana.

pendet4

Sayangnya, beberapa memorabilia seperti klipping koran mengenai pendiri museum dan berbagai berita lainnya diletakkan di bagian belakang rumah yang terbuka dan kurang diperhatikan. Demikian juga, nama perupa maupun pelukis tidak semua tercantum sehingga saya selalu perlu bertanya pada penjaga museum. Kemungkinan juga jawabannya tidak seluruhnya akurat.

Saya beruntung karena sekarang internet membuka cakrawala yang sangat luas. Cukup mencari di internet, akan terbuka begitu banyak informasi.

Dari Ning’s blog, saya menemukan lebih banyak cerita tentang rumah keluarga Pendet. Itu bagian rumah yang mungkin hanya saya saksikan dari luar ketika menikmati dari jalan raya rumah-rumah tradisional Bali di jalan Nyuh Kuning. Menurut sopir yang mengantar saya, itu adalah gaya rumah Bali Aga, dengan pintu masuk yang sempit.

Saya banyak mengenal Bali karena belajar dari kuliah arsitektur maupun dari berbagai koleksi Museum Nasional, jadi melihat Bali dalam realita merupakan hal yang mengagumkan.

pendet2

Lukisan ini mengingatkan akan Tari Pendet dan perkembangan zaman, sayang saya tidak ingat siapa pelukisnya.

 

Menurut website dari galeri Agung Rai (yang belum sempat saya kunjungi), I Wayan Pendet adalah pelukis yang senang memadukan unsur humor ke dalam lukisannya. Karya patungnya bahkan lebih dikenal hingga ke manca negara. Selain sebagai seniman, almarhum I Wayan Pendet pernah menjadi pemangku di Pura Alit Nyuh Kuning, Ubud.

Keseimbangan antara hidup spiritual dan hidup duniawi yang tampaknya menjadi masalah bagi generasi kini, mungkin tidak menjadi masalah bagi I Wayan Pendet. Beliau tampaknya mampu menyelaraskan kehidupan spiritual dan kecintaannya pada seni dalam kehidupannya.

Museum Pendet dibuka pertama kali oleh pelukis Ida Bagus Made pada tanggal 14 April 1999, dan diresmikan oleh Tjok Gede Budi Suryawan SH, Bupati Gianyar saat itu, pada 26 Desember 2002.

pendet3

Perjumpaan yang tidak kurencanakan…

Tidak terasa 14 tahun berlalu, semoga Museum ini tidak terlupakan. Mengembangkan museum memang tidak mudah, tetapi dengan ketetapan hati maka alam semesta akan mendukung. Buktinya, walaupun sebelumnya saya belum pernah mendengar nama Wayan Pendet dan Museum Pendet, saya bisa dituntun untuk berkunjung dan mengapresiasi isi museum ini.

pendet1

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s