Home

anona3

Aku memulai hari ini dengan melihat siaran televisi yang menayangkan sebuah penelitian tentang respon orang terhadap seorang anak dalam dua penampilan yang berbeda. Penampilan pertama dalam dandanan yang rapih dan bersih, terkesan anak yang hilang. Penampilan kedua adalah dandanan berantakan dan kumal, terkesan anak gelandangan yang ingin mengemis.

Setidaknya itu kesan yang kutangkap dari video unggahan UNICEF ini.

Pada misa Minggu pagi ini, aku disapa dengan pertanyaan dalam Injil, “Siapakah sesamaku manusia?”

Kisah orang Samaria sudah sangat sering kudengar. Sebagai orang Katolik tentunya saya ingin menjadi sesama bagi orang lain seperti orang Samaria yang dipuji Yesus itu.

anona2

Tapi, eksperimen pendek dari UNICEF itu kembali terbayang. Anano, aktris cilik berusia 6 tahun yang menjadi bintang utana dalam penelitian ini bahkan tidak mampu melanjutkan perannya sebagai anak yang dekil. Tidakkah aku juga ada di sana, memindahkan tas ketika ia mendekat?

anona4

Adakah aku hanya akan berbuat baik pada orang yang terlihat tidak akan terlalu menyusahkanku? Apakah aku masih berpikir kalau-kalau aku tertipu dalam menolong orang?

Dunia memang senang menipu kehendak baik dan mematikan hati nurani.

Tuhan, terima kasih sudah menyapaku hari ini.Bantu aku untuk selalu berbuat adil sesuai kehendakMu. Amin.

(Photo: UNICEF video, please click the link above)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s